Senin, 18 Maret 2013

Selasa, 12 Maret 2013

 
Putaran I
Minggu 13 Jan 2013 PERSIB vs Persipura 1-1 Home

Kamis 17 Jan 2013 PERSIB vs Persiwa 4-2 Home

Kamis 31 Jan 2013 Persiram vs PERSIB 2-2 Away

Senin 04 Feb 2013 Persidafon vs PERSIB 0-0 Away

Sabtu 16 Feb 2013 Persisam vs PERSIB 2-1 Away

Kamis 21 Feb 2013 Mitra Kukar vs PERSIB 4-2 Away

Rabu 27 Feb 2013 PERSIB vs PSPS 4-1 Home

Minggu 03 Mar 2013 PERSIB vs Persija 3-1 Home

Sabtu 09 Mar 2013 Sriwijaya FC vs PERSIB 2-1 Away

Rabu 13 Mar 2013 Pelita Bdg Raya vs PERSIB
Away

Minggu 17 Mar 2013 PERSIB vs Arema
Home

Sabtu 30 Mar 2013 PERSIB vs Gresik United
Home

Rabu 03 Apr 2013 PERSIB vs Barito Putra
Home

Minggu 07 Apr 2013 PERSIB vs Persiba
Home

Senin 15 Apr 2013 PERSIB vs Persita
Home

Minggu 21 Apr 2013 Persela vs PERSIB
Away

Minggu 28 Apr 2013 Persepam vs PERSIB
Away



Putaran II
Minggu 12 Mei 2013 PERSIB vs Persela
Home

Minggu 19 Mei 2013 PERSIB vs Persepam
Home

Sabtu 25 Mei 2013 Persita vs PERSIB
Away

Sabtu 25 Mei 2013 Arema vs PERSIB
Away

Rabu 05 Jun 2013 Gresik United vs PERSIB
Away

Selasa 11 Jun 2013 PERSIB vs Pelita Bdg Raya
Home

Sabtu 15 Jun 2013 PERSIB vs Sriwijaya FC
Home

Sabtu 22 Jun 2013 Persija vs PERSIB
Away

Selasa 25 Jun 2013 PSPS vs PERSIB
Away

Minggu 30 Jun 2013 PERSIB vs Persisam
Home

Sabtu 06 Jul 2013 PERSIB vs Mitra Kukar
Home

Jumat 26 Jul 2013 Barito Putra vs PERSIB
Away

Selasa 30 Jul 2013 Persiba vs PERSIB
Away

Selasa 20 Agu 2013 PERSIB vs Persidafon
Home

Sabtu 24 Agu 2013 PERSIB vs Persiram
Home

Selasa 03 Sep 2013 Persipura vs PERSIB
Away

Sabtu 07 Sep 2013 Persiwa vs PERSIB
Away

*Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah

SKUAD PERSIB 2007

SKUAD PERSIB 2007: Skuad Persib 2007 berpose bersama sebelum memulai kompetisi Liga Djarum Indonesia XIII di Lapangan UPI, Bandung, Rabu (24/1/07).
  •  Yossi Irianto (manajer), 
  • Adeng Hudaya (wakil manajer), 
  • Benny Wijaya (manajer), 
  • Arcan Iurie Anatolivici (pelatih), 
  • Jajang Nurjaman (asisten pelatih), 
  • Robby Darwis (asisten pelatih), 
  • Dino Sefrianto (pelatih fisik), 
  • Anwar Sanusi (pelatih kiper), 

Para Pemain :
Tema Mursadat, Cecep Supriatna, Edi Kurnia, Nova Arianto, Patricio Jimenez, Nyeck Nyobe, Bayusutha, Edi Hafid, Aji Nurpijal, Sonny Kurniawan, Gilang Angga, Yaris Riyadi, Erik Setiawan, Lorenzo Cabanas, Suwita Patha, Eka Ramdani, Cucu Hidayat, Salim Alaydrus, Zaenal Arif, Dicky Firasat, Redouane Barkawi, Christian Bekamenga.
Sejarah Berdirinya Persib

Lahir Sebagai Alat Perjuangan
WAKTU tampaknya berlalu sangat cepat hingga tidak terasa, tim kebanggaan masyarakat Bandung dan Jawa Barat, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung, yang lebih dikenal dengan nama Persib, kini sudah memasuki usia 79 tahun pada 14 Maret 2012 lalu.
Menurut buku “Sejarah Lintasan Persib” yang dibuat oleh R. Risnandar Soendoro, lahir dan perkembangan Persib sendiri, tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Persib lahir pada 1933, di tengah rasa nasionalisme untuk memerdekakan diri dari cengkraman penjajahan Belanda. Persib menjadi salah satu akar perjuangan rakyat Bandung dan Jawa Barat ketika itu. Hingga sangatlah wajar, jika Persib menjadi bagian terpisahkan dari masyarakat Bandung dan Jawa Barat.
Sebelum bernama Persib, di Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) yang berdiri pada 1923. BIVB merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum naisonalis. BIVB biasanya melakukan pertandingan di lapangan Tegallega.
Namun, BIVB kemudian menghilang dan muncullah dua perkumpulan lain, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB).
Pada 14 Maret 1933, kedua perkumpulan ini sepakat bergabung dan lahirkan Persib. Saat itu pula, di Bandung juga berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori orang-orang Belanda yaitu Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Masyarakat juga lebih senang menonton pertandingan VBBO karena pertandingan biasanya digelar di dalam kota seperti UNI dan SIDOLIG.
Namun, perkumpulan yang sebelumnya berada di bawah VBBO, antara lain UNI dan SIDOLIG, kemudian bergabung dengan Persib. Bahkan, VBBO kemudian menyerahkan lapangan yang biasa mereka gunakan yaitu lapangan UNI, SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan SPARTA (Stadion Siliwangi).
Saat pendudukan Jepang, Persib berganti nama menjadi Rengo Tai Iku Kai. Rongrongan kembali datang ketika pasukan Belanda yang kembali ke Indonesia, berupaya untuk kembali menghidupkan VBBO. Namun, Persib berdiri kokoh atas prakarsa dr. Musa, Munadi, H. Alexa, dan R. Sugeng.
Persib kemudian bisa bertahan dan eksis hingga sekarang ini, bahkan menjadi salah satu kekuatan sepak bola nasional. Semoga saja, Persib tetap langgeng dan terus mencetak prestasi. Amin.

Persib Punya Sejarah Gemilang

JIKA melihat perjalanan Persib Bandung selama mengikuti Kompetisi Sepak Bola Liga Indonesia yang dimulai sejak tahun 1994 sampai sekarang tahun 2005, boleh jadi Liga Indonesia I yang digelar tahun 1994-1995, merupakan tahun prestasi bagi Persib.
Pada LI perdana yang merupakan kompetisi gabungan dari peserta asal tim perserikatan dengan Galatama tersebut, Persib berhasil menorehkan tinta emas sebagai tim pertama yang memboyong Piala Presiden. Bermodalkan materi pemain tim juara kompetisi perserikatan tahun 1990, Persib yang dilatih Indra M. Thohir dan diperkuat para pemain lokal asal Bandung dan Jabar mampu menghempaskan tim asal Galatama Petrokimia Gresik yang saat itu telah dihuni tiga pemain asing Jacksen F. Tiago, Carlos de Mello, dan kiper Darryl Sinerine.
Pada partai final yang berlangsung 30 Juli 1995 di Stadion Utama Senayan Jakarta (kini Stadion Gelora Bung Karno), gol tunggal Sutiono membungkam perlawanan Petrokimia 1-0, untuk memastikan gelar juara. Saat itu Persib sangat produktif dalam mencetak gol. Dari 32 pertandingan selama putaran pertama dan kedua, mampu mengumpulkan 54 gol dan kemasukan hanya 15 gol.
Sebagai juara, Persib memiliki tiket untuk tampil diajang internasional mewakili Indonesia dalam Piala Champions Asia yang diikuti juara-juara liga di negara Asia. Prestasi Persib sebagai debutan ternyata tidak memalukan.
Menumbangkan juara Liga Thailand Bangkok Bank 2-0 di Bangkok dan kalah 1-2 di Bandung. Kemudian mengalahkan juara liga Filipina Pasar City 2-1 di Bandung dan 3-1 di Manila. Hasil ini membawa Persib lolos ke peremfat final.
Sayangnya meski tampil di depan dukungan ribuan bobotoh di Stadion Siliwangi, Ajat Sudrajat cs. takluk 1-3 dari juara liga Jepang Verdy Kawasaki, tumbang 2-3 dari juara bertahan Thai Farmers Bank dan takluk 1-4 dari juara liga Korea Selatan Ilhwan Chunwa. Meski gagal ke semifinal, pelatih Indra Thohir mendapat penghargaan dari AFC sebagai pelatih terbaik Asia.
Catatan sejarah sepanjang tahun 1994-1995 ini, bisa jadi bakal sulit untuk diulangi lagi. Entah kapan lagi Persib bisa menunjukkan keperkasaannya di Liga Indonesia. Hingga Liga Indonesia X, Persib tidak pernah lagi juara. Bahkan saat itu Persib sudah menggunakan para pemain asing yang berasal dari Cile, Paraguay, Uruguay dan Argentina, namun tetap saja tidak bisa menyamai prestasi Robby Darwis dkk.
Setelah juara LI I, prestasi Persib cenderung turun. Pada empat kali Liga yaitu LI V tahun 1998/1999, LI VI (1999/2000), LI VIII 2001/2002 dan LI IX (2002/2003) Persib nyaris jatuh ke jurang degradasi.
Pada LI V, Persib lolos dari degradasi setelah pada pertandingan terakhir mengalahkan tuan rumah Persita Tangerang di Stadion Benteng Tangerang. Persita yang akhirnya terjun ke jurang degragasi. Begitu juga pada LI IX, Persib harus bertanding di babak play off bersama Persela Lamongan, PSIM Yogyakarta, dan Perseden Denpasar. Untung Persib kembali lolos dari degradasi setelah mengalahkan Persela dan PSIM dengan angka 1-0, kemudian imbang 4-4 dengan Perseden. Pada LI X Persib hanya menempati posisi keenam klasemen.